Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Mei 2010

MAN JADDA WAJADA

Kalimat di atas dapat diartikan sebagai "siapapun yang mau bersusah payah, niscaya ia akan berhasil." Secara sekilas kita akan mudah menangkap satu pesan bahwa kita tidak boleh putus asa, mudah menyerah, apalagi stress berat. Kita harus tetap berusaha dan berdoa sehingga Allah SWT akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Senin, 12 April 2010

L E G A


Situasi apa yang paling membahagiakan di dunia ini? Banyak, tentunya. Salah satunya adalah ketika pekerjaan berat telah usai. Lega....rasanya...plooonggg....

Di saat pekerjaan menumpuk dan menuntut untuk segera diselesaikan, tekanan jiwa tentu menjadi salah satu konsekuensinya. Tenaga diforsir sedemikian rupa hingga waktu istirahat pun digadaikan. Memang begitulah pengorbanan seseorang jika ingin meraih hasilnya maksimal. Jika tidak, penyesalan tinggallah penyesalan. Kerja banting tulang saja kadang belum cukup, capaiannya pun masih belum seperti harapan. Apalagi jika santai-santai, tentu prestasinya pun akan datar-datar saja.

Mumpung masih ada kesempatan, selagi masih muda, berpetualang dengan berbagai pengalaman akan mengajari kita untuk mampu bersikap lebih bijaksana. Semoga

Selasa, 06 April 2010

RAJIN VS CERDAS



ORANG RAJIN AKAN BISA MENGALAHKAN ORANG CERDAS

BANYAK PRESTASI YANG DITOREHKAN ORANG RAJIN MESKIPUN KECERDASANNYA HANYA RATA-RATA

ORANG CERDAS TAPI TIDAK RAJIN AKAN KETINGGALAN KARENA KEANGKUHANNYA

ORANG RAJIN SEKALIGUS CERDAS AKAN MUDAH MENJADI JUARA

ORANG RAJIN, CERDAS, PLUS RELIGIUS AKAN MUDAH MENJADI BAHAGIA

Minggu, 04 April 2010

CARA PANDANG POSITIF DAN NEGATIF


Seseorang yang memiliki cara pandang positif akan selalu melihat seribu jalan terbuka di saat menemui sebuah masalah. Di setiap masalah ada solusi.
Seseorang yang memiliki cara pandang negatif akan selalu melihat seribu masalah di saat menemui sebuah jalan terbuka. Di setiap solusi ada masalah.

Cara pandang positif akan mengajak orang yang berduka untuk tersenyum
Cara pandang negatif akan mengajak orang yang tersenyum untuk berduka

Berpikir positif akan melapang dada dan melonggarkan nafas
Berpikir negatif akan menyempitkan dada dan menyesakkan nafas

Berpikir positif akan memudahkan seseorang untuk mensyukuri setiap nikmat Tuhan. Masalah adalah bentuk kasih sayang Tuhan untuk mendewasakan dirinya. Tuhan Maha Adil, Pengasih lagi Penyayang.
Berpikir negatif akan memudahkan seseorang untuk menghujat setiap cobaan Tuhan. Masalah adalah bentuk dari murka Tuhan untuk menghancurkan dirinya. Tuhan Maha Pemarah, Sombong, dan Penyebab Bencana.

Mau pilih mana?

Islam mengajarkan kepada kita untuk tidak putus asa. Sesungguhnya berputus asa adalah salah satu karakter orang-orang kafir.

Jumat, 26 Maret 2010

MERANGKUL KAWAN DAN LAWAN



"Keep your friends close, and your enemies closer" begitu slogan yang tertulis di gambar di atas. Menarik, kita harus senantiasa menjadikan kawan kita tetap berada dekat dengan kita, dan menjadikan lawan kita lebih dekat lagi. Artinya, kawan seribu tidaklah cukup untuk melawan satu lawan. Oleh sebab itu, jika ada potensi konflik dengan kawan, kita patut segera meredam persoalan yang terjadi di antara kita. Dengan begitu, persahabatan dan ukhuwwah kita tetap terjaga.

lalu bagaimana jika kita sudah terlanjur punya musuh? Sikap terbaik kita adalah kita harus mencari berbagai terobosan agar lawan kita tidak berbuat hal-hal yang merugikan kita. Jika memungkinkan, kita perlu melakukan upaya ishlah agar keburukan yang mungkin timbul bisa ditekan seminimal mungkin.

Persoalannya sekarang, kita ini lebih senang membuat permusuhan di antara persahabatan yang sudah terjalin. Jangankan membuat ishlah, kita lebih tertarik untuk memecah belah persatuan yang sudah terbina dengan membuat kelompok-kelompok kecil. Apanya yang salah? Tentu ini menjadi PR bagi kita yang ingin menegakkan panji-panji Islam di jagat raya ini. Wa Allah a'lam.

Senin, 27 Juli 2009

BERDOA DENGAN HATI

Merenungi doa-doa yang pernah kita panjatkan, seberapa banyak doa yang terkabul? Pertanyaan ini sulit dijawab karena kita setiap hari berdoa entah berapa puluh kali dan tidak memperhatikan efek dari doa tersebut. Adakalanya doa kita ucapkan begitu fasihnya hingga tanpa harus diresapi artinya doa itu meluncur begitu saja. Namun, ada juga pada saat-saat tertentu kita benar-benar butuh uluran "tangan" Allah SWT sehingga kita berdoa dengan sungguh-sungguh, bahkan dengan bahasa lokal yang kita mengerti. Misalnya, di saat kita terlilit utang, atau menghadapi ujian, kita memohon kepada Allah dengan sepenuh hati agar kita bisa terlepas dari musibah dan sukses dalam menjalani ujian. Kita berdoa tiada hentinya dan ingin selalu merasakan dekat dengan-Nya. Kita berharap-harap cemas namun tetap menunggu datangnya kekuatan dari-Nya.

Apa yang beda ketika kita berdoa pada waktu longgar dan aman dengan berdoa di saat tertekan? Jawabannya cukup sederhana, kita berdoa dengan sepenuh hati di waktu terhimpit. Kita mau melakukan ibadah apa saja: puasa, shalat, hingga sedekah, asalkan harapan kita terkabul. ketika kita serius berdoa, banyak di antara kita yang merasakan adanya getaran lain di dalam hati. Di saat harapan tercapai, kita tak henti-hentinya memuja dan memuji kebesaran Allah SWT, dan jika tidak berhasil, masih tersisa dari getaran itu, kita mampu menghadapi dengan sabar dan ikhlas. Kita masih berkeyakinan bahwa keputusan Allah SWT adalah yang terbaik, atau kegagalan hari ini adalah kesuksesan yang tertunda. Allah punya rencana yang indah buat kita di masa depan. Nah, efek doa dengan hati ternyata memberikan dua manfaat sekaligus, yakni rasa syukur saat sukses dan rasa sabar saat gagal.

Melihat manfaat dari berdoa dengan hati, sudah sewajarnya kita melakukannya setiap saat untuk ketenangan hidup kita. Dengan doa yang tulus, kita akan rela dengan segala keputusan Allah SWT yang penuh rahasia. Hal yang terpenting bagi kita adalah kondisi jiwa yang tenang sambil bersanding bersama Allah SWT. Dengan begitu, guratan kemarahan dan kesedihan yang berlarut akan sirna secara perlahan. Senyum kita yang indah masih dapat kita nikmati dalam meniti hari dengan langkah pasti. Insya Allah.

Minggu, 26 Juli 2009

OBAT HATI

Kalau kita mau jujur, kondisi jiwa kita setiap harinya selalu mengalami pasang surut. Keinginan untuk menikmati hari tanpa satu masalah pun hanyalah isapan jempol belaka. Semua orang, tak peduli kelas sosialnya, kaya-miskin, pejabat-rakyat, elit-alit, semua mendapatkan jatah masalah dalam kesehariannya. Lihat saja sinetron yang tiap hari mewarnai layar kaca, tokoh-tokohnya dengan aneka karakter adalah perwujudan dari pelbagai problem hidup yang mereka harus hadapi. Pertanyaannya kemudian, adakah obat dari segala masalah itu?

Salah satu resep yang selama ini dinilai manjur adalah obat hati yang terkemas dalam lima program (seperti yang populer melalui lagu Opick) . Pertama, Membaca Al-Qur'an dengan meresapi maknanya. Mengapa harus al-Qur'an? Banyak pakar mengatakan bahwa al-Qur'an ibarat kristal yang memancarkan sinarnya yag sejuk di setiap sisinya. Hampir semua masalah dapat diredakan dengan al-Qur'an. Allah SWT sering menyidir sifat takabur dan tamak manusia yang menjadi salah satu penyebab kehancurannya. Pendekatan diri kepada Allah melalui pembacaan firman-Nya akan menenangkan pikiran dan mengembalikan kita kepada fitrah yang suci.

Kedua, menjalankan shalat malam. Di kala manusia terlelap, suasana hening, seseorang yang bangun dan menjalankan shalat shalat malam akan merasakan keteduhan di hatinya. Tatkala tidak ada lagi tempat mengadu, Allah SWT adalah muaranya. Dengan meneteskan airmata atas kelemahan dan kebodohan, kita dapat menyampaikan seluruh kegundahan hati tanpa harus khawatir ada orang yang akan membocorkan kelemahan kita. Allah SWT Maha Penyayang. Ia Maha Dekat dan Peduli kepada hamba-hamba-Nya yang mau mendekatkan diri kepada-Nya. Tatkala seorang hamba mendekati-Nya dengan berjalan, Ia akan mendekati hamba-Nya itu dengan berlari. Sungguh kasih sayang-Nya mengungguli kemarahan-Nya. Ia Maha Pengampun yang siap menerima taubat hamba-Nya betapapun besarnya. Dengan demikian, shalat malam adalah salah satu pintu komunikasi yang handal antara sang Pencipta dan hamba-Nya.

Ketiga, berkumpul dengan orang-orang shaleh. Orang shaleh adalah orang yang dalam kehariannya selalu menjadikan Allah sebagai tujuannya. Ia berbuat baik untuk kemaslahatan manusia dan alam semesta. Hatinya jernih, pikirannya bening. Dunia tidak menyilaukan matanya. Ia selalu konsisten dalam perbuatannya. Alangkah indahnya kalau kita dapat menemukan orang-orang semacam ini yang kemudian dapat kita jadikan kawan bergaul untuk meraih keridhaan Allah SWT. Namun, paling tidak, dalam kehidupan nyata, kita mempunyai seorang idola yang menurut kita merupakan salah satu perwujudan watak orang shaleh. Kita dapat mendekatinya, dan kita dengar kata-katanya yang sejuk agar kita selalu berada di jalan kebenaran.

Keempat, banyak berpuasa. Ini adalah salah satu pekerjaan yang lumayan berat bagi mereka yang tidak biasa. Puasa yang ditandai dengan menghentikan aktifitas yang membatalkan dari terbit fajar hingga matahari terbenam meniscayakan seseorang untuk dapat mengendalikan hawa nafsunya. Puasa tidak hanya menghindarkan diri kita dari sifat tamak, tapi juga dapat menjadikan jiwa kita lebih lembut. Puasa adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT karena dalam puasa, zat yang paling tahu apakah diri kita sedang puasa atau pura-pura puasa hanyalah Allah. Kita niatkan puasa hanya untuk-Nya. Dengan berpuasa, jiwa kita akan bersih, diri kita semakin dekat dengan Allah, dan akhirnya kita dapat merasakan sentuhan hangat dalam hati kita sehingga kita dapat menjadi manusia bijaksana.

Kelima, banyak berzikir. Zikir adalah sarana untuk mengingat Allah dalam kondisi apa pun dan dimana pun. Allah selalu menjaga kita, Allah selalu melihat kita, merekam dan meminta pertanggung jawaban atas segala gerak gerik kita. Oleh karenanya, mengingat Allah melalui aneka penciptaan-Nya yang agung dapat menjadikan diri kita lebih tenang dalam menjalankan kehidupan. Dengan zikir, jiwa kita menjadi tentram. Dengan berzikir, hati kita menjadi lapang. Akhirnya, masalah kehidupan yang membebani pikiran kita lambat laun akan terurai bersama kekuatan dan kebesaran-Nya. Allah selalu menaungi hamba-hamba-Nya selagi hamba itu menjadikan Allah sebagai penolongnya. Tidak ada daya dan upaya melainkan bersama kekuatan-Nya.

Demikian sekelumit remungan hari ini, semoga kita menjadi hamba yang bertaqwa. Amin.

Jumat, 24 Juli 2009

HIKMAH SAKIT

Di saat tubuh bugar, nikmat sehat terkadang lepas dari kesadaran kita. Anugerah yang satu ini seringkali dianggap biasa saja. hari-hari berlalu tanpa makna. Namun, ketika kesehatan mulai menurun, tubuh sudah tidak dapat diajak kompromi, maunya hanya berbaring, barulah kita tersadar bahwa kesehatan sedang tidak lagi berada di pihak kita. Suhu badan meninggi, persendian terasa ngilu, makanan tidak lagi mudah melewati tenggorokan, pandangan mata kabur, dan sebagainya. Kenapa mesti sakit? kenapa harus sengsara?

Ini adalah satu isyarat bahwa kita harus banyak bersyukur. Betapa besar karunia Allah SWT yang diberikan kepada kita namun kita enggan mengingatnya. Udara yang kita hirup secara gratis, aliran darah yang tidak henti menyusuri pembuluh, kerja keras perut mencerna makanan, semua itu kita anggap peristiwa biasa-biasa saja. Nah, ketika kordinasi antar anggota badan tidak seimbang, timbullah aneka gejala sakit. Harapannya adalah ingin segera pulih seperti sediakala.

Setelah berobat dan kembali sehat, pola kehidupan kita umumnya akan seperti sebelumnya. Pada saat sakit, kita pernah berjanji akan menjadi muslim sejati, beribadah lebih tekun, beramal lebih banyak, ternyata janji-janji itu seperti sirna ditelan ombak. Tak heran kemudian, ketika Allah SWT mendatangkan lagi ujiannya, bentuk dan macamnya akan lebih besar. Hal itu sebenarnya ditujukan untuk peringatan kepada kita agar menjadi hamba yang bertaqwa, kapanpun dan di manapun. Semoga dengan sakit, iman kita akan lebih mantap, ibadah kita akan lebih khusyu', karena kita tidak tahu kapan kita akan kehilangan semua kesempatan itu dengan datangnya sang ajal.

Rabu, 22 Juli 2009

Hikmah

"Aku dengar lalu aku lupa. Aku lihat lalu aku ingat. Aku lakukan lalu aku mengerti." Kalimat penuh hikmah dari seorang filosof Cina, Confucius (551 SM - 479 SM), mengingatkan kita untuk selalu berkarya. Datangnya ilmu bermula dari informasi yang kita dengar dan kita lihat. Akan tetapi, untuk mendalami sebuah ilmu, praktikum menjadi suatu hal yang penting. Apalah arti sebuah pengetahuan jika tidak diamalkan. Ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Ilmu tanpa amal laksana lebah tanpa madu. Sayang sekali jika kaum ilmuwan hanya pandai berbicara namun kosong dari sisi pelaksanaannya. Dengan demikian, ilmu sedikit tapi berarti lebih baik daripada banyak ilmu tanpa makna. Tentu saja, akan lebih istimewa jika banyak ilmu banyak amal. Ini dia makhluk yang paling dicari, yakni manusia yang paling bermanfaat bagi sesama. Siapa mau?

Kamis, 09 Juli 2009

UNTAIAN HIKMAH

"Lidah orang bijak selalu berada di belakang hatinya. Ia tidak akan berkata-kata hanya karena merasa panas oleh sentilan omongan orang lain."

"Kesabaran adalah keberanian, pengendalian diri adalah perisai. Kesuksesan seorang pemimpin akan banyak diukur oleh kedua karakter ini."

"Kekuatan bukanlah diukur dari kemampuan menjatuhkan orang lain, kekuatan sesungguhnya adalah kemampuan mengendalikan diri di saat dirinya terusik."

Sabtu, 13 Juni 2009

NASEHAT KEMATIAN

"Kematian bisa datang kapan saja. Tak ada seorang pun yang mampu memajukan atau memundurkannya walau hanya sedetik. Sesungguhnya, mengingat akan datangnya kematian adalah nasehat paling baik agar tidak terlena dalam kehidupan dunia yang menyilaukan."

Sabtu, 06 Juni 2009

HIKMAH

“Orang boleh berkhayal atau bahkan wajib berkhayal. Khayalan yang terencana adalah cita-cita. Jadi, cita-cita adalah gumpalan khayalan yang telah direncanakan batas waktunya. Dengan demikian, seseorang yang bercita-cita berarti ia membangun dunia dengan langkah-langkah konkret demi mewujudkan khayalannya. Betapa banyak prestasi dunia yang dimulai dari khayalan.”

“Ketika seorang yang tinggi ilmunya memperoleh pengetahuan baru, ia akan rendah hati. Namun, jika seorang yang yang rendah ilmunya mendapatkan ilmu baru, ia akan sombong. Dengan demikian, tinggi rendah ilmu seseorang dapat dilihat dari reaksinya ketika menerima ilmu baru.”

“Bekerja di bawah tekanan adalah bagian dari siksaan. Ia akan mengeluh atas keadaan yang mencengkeram kemerdekaannya. Namun anehnya, ketika dalam kondisi terhimpit waktu, banyak akal cerdas yang bermunculan sehingga seseorang dapat menghasilkan karya yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.”

Selasa, 12 Mei 2009

GAGAL SETELAH MENOLAK BERSEDEKAH


Hari ini saya mempunyai pengalaman yang cukup unik. Saya menolak untuk bersedekah. Bagaimana ini terjadi padahal saya adalah aktifis filantropi? Biasanya, saya getol mengajak orang untuk besedekah, berzakat, dan berwakaf. Orang-orang pun tak jarang berseloroh bahwa di jidat saya seakan-akan ada tulisan “Mari Berderma, Pasti Akan Lancar dan Kaya”. Berbagai dalil untuk mengajak orang agar tergerak hatinya untuk menyisihkan sebagian rezekinya sudah hapal di luar kepala. Namun, hari ini dalil-dalil itu sepertinya tidak mempan untuk membuat saya menerima tawaran untuk bersedekah.

Saya punya rencana untuk mengirim beberapa keping DVD Film Laskar pelangi yang dipesan saudara yang sedang kuliah di Australia. Sedianya DVD tersebut akan menjadi souvenir untuk koleganya sebelum ia kembali ke Indonesia. Saya pun pergi ke kantor pos Jatirahayu dan memarkirkan sepeda motor di pelatarannya. Saya masuk ke kantor pos dan menuju konter pengiriman paket internasional EMS. Saat melintasi pintu masuk, ada seorang remaja perempuan yang menawarkan kepada saya sebuah amplop untuk diisi sedekah seikhlasnya. Tanpa pikir panjang saya menolak tawaran tersebut dengan halus. Saya pikir, modus operandi semacam ini sudah sering terlihat di banyak tempat-tempat umum. Paling-paling untuk kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan anak yatim atau pembangunan masjid. Saya langsung saja mencari konter paket. Di sana sudah ada beberapa orang yang sedang antri menunggu giliran. Ketika tiba giliran saya, saya sodorkan paket DVD yang sudah terbungkus rapi. Saat petugas melihat alamat yang dituju, ia mengecek komputernya sejenak lalu ia berkata bahwa sistem komputernya sedang tidak dapat melayani pengiriman barang ke luar negeri karena kurs rupiah di komputer tidak muncul. Petugas itu berusaha merestart komputer dua kali dengan harapan kurs dolar dapat terbaca. Ternyata hasilnya sama saja, tidak ada daftar kurs terbaru.Akhirnya saya disarankan untuk mendatangi kantor pos yang lain di Jatimakmur yang cukup besar. Jujur saja saya kecewa. Biasanya saya lancar saja mengirm barang melalui pos, tapi hari ini agak aneh, kurs dolar dalam komputer tidak terlihat sehingga biaya kirim tidak dapat ditentukan.

Saya pun meninggalkan kantor pos dengan lebih dahulu membayar parkir Rp 1000,-. Saya langsung meluncur ke kantor pos Jatimakmur. Kali ini, saya harus menahan kecewa ketika sesampai di sana para petugas pos sedang istirahat. Padahal jam menunjukkan waktu pukul 13.30 WIB. Agak aneh, jam istirahatnya tidak lazim sperti kantor layanan publik yang mengambil waktu antara pukul 12.00-13.00 WIB. Saya terpaksa harus menunggu dengan sabar hingga petugasnya muncul lagi di konter. Setelah sekitar 15 menit kemudian, petugas membuka konternya dan menyilakan para pengirim untuk antri. Saya dapat giliran kedua. Setelah petugas melayani orang pertama, saya dengan cepat menyodorkan barang paket untuk ditimbang dahulu. Sambil menimbang barang, petugas itu dengan santai mengatakan bahwa kurs dolar sedang menyentuh angka Rp 40.000,-. Saya hampir tak percaya ketika diberitahu bahwa biaya yang harus dibayar dengan kurs tersebut adalah 1.022.000,- untuk mengirim tidak lebih dari satu kilo barang. Apalagi ini? Tadi pagi saya membuka internet dan informasi kurs rupiah terhadap dolar kemarin ditutup pada level Rp.10.430. Apa mungkin dolar berfluktuasi sedemikian rupa sehingga menyentuh level irrasional? Saya termasuk rajin memperhatikan kurs rupiah yang bulan ini belum pernah menyentuh level 15.000,- paling banter Rp 13.000,- Hari-hari ini tidak ada kejadian luar biasa yang dapat memicu kenaikan kurs dolar. Saya pun akhirnya membatalkan pengiriman tersebut. Lagi-lagi saya harus kecewa gagal mengirim barang. Saya pun membayar parkir sebelum menginggalkan kantor pos.

Sambil dongkol, saya pun pulang. Sesampai di rumah saya membuka internet untuk mencari informasi kurs dolar mutakhir. Ternyata, tak ada satupun berita yang menyebutkan bahwa dolar sedang tinggi hingga menyentuh angka psikologis. Aneh kan?

Daripada terus-menerus kesal dan marah, saya pun akhirnya mencoba introspeksi diri. Apakah pengalaman hari ini ada kaitannya dengan penolakan saya bersedekah melalui amplop yang disodorkan anak perempuan tadi? Jawabnya mungkin. Saya harus gagal mengirim paket dan kehilangan banyak waktu sekaligus biaya karenanya. Padahal kalau tadi saya mau memberikan sedikit sedekah, misalnya sebesar biaya parkir, mungkin saya akan terhindar dari kejadian ini. Saya yakin sedekah akan dapat memperlancar dan mempermudah kehidupan. Dengan begitu, terlepas dari kekurangprofesionalan pelayanan jasa pos, saya telah belajar bahwa menolak untuk bersedekah dapat membuat sepenggal kegiatan hidup kita mengalami kegagalan. Wa Allah a’lam.

Senin, 27 April 2009

MULAI SEGERA DAN ISTIQAMAH

“Salah satu kunci sukses seseorang adalah memulai pekerjaan dengan segera. Ia akan memiliki waktu yang lebih luas untuk menyempurnakan pekerjaan tanpa dihinggapi rasa cemas dan terburu-buru.”

“istiqamah adalah sebuah tantangan berat bagi pencari ilmu. Mereka pada umumnya ingin cepat selesai sehingga terlepas dari beban yang dipikulnya. Sayangnya, mereka ibarat pohon pisang, sekali berbuah, lalu mati. Padahal, orang yang cerdas akan kalah oleh orang yang rajin. Sungguh beruntung orang cerdas yang dikaruniai sifat rajin.”

Minggu, 26 April 2009

BAHAYA MARAH


“Musuh terbesar dalam hidup manusia adalah hawa nafsu dirinya sendiri”


“Bukanlah dianggap perkasa seorang jagoan dalam gulat, namun orang perkasa yang sebenarnya adalah orang yang mampu mengendalikan diri saat marah”


“Amarah yang meledak-ledak akan mengacaukan kerja otak sehingga menyebabkan manusia tidak mampu berpikir jernih dan membuat keputusan yang bijaksana. Jadi, waspadalah!”

DEKAT TUHAN


“Tatkala seseorang merasa dekat dengan Allah, ia akan berani menanggung resiko hidup, betapapun getirnya. Ia yakin, Tuhannya telah memilihkan hal yang terbaik untuknya.”


“Doa seorang hamba kepada Allah mampu meringankan derita yang dialami dan menumbuhkan kekuatan dalam hati untuk terus bersabar dan berjuang dalam menyelesaikan masalahnya.”


“Al-Qur’an laksana sebuah kristal, setiap sisinya memancarkan keindahan yang berbeda. Baca dan renungilah makna al-Qur’an, niscaya hidupmu akan damai bersama-Nya!”

Introduction