Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Agustus 2010

CARA KREATIF MEMBUAT SURAT ELEKTRONIK


Semenjak teknologi kian berkembang, media komunikasi mengalami perubahan bentuk dari komunikasi tatap muka (face-to-face) menjadi komunikasi jarak jauh (faceless). Begitu pula dalam dunia persuratan, biasanya orang menggunakan kertas sebagai media komunikasi kini bergerak menjadi surat elektronik (paperless). Dengan menggunakan surat tanpa kertas, kita bisa menghemat konsumsi bubur kayu yang menjadi bahan dasar produksi kertas. Pada akhirnya, kita pun bisa mengurangi penebangan pohon di hutan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia. Tanpa hutan, niscaya kita akan kekurangan oksigen yang berakibat pada kematian. Oleh sebab itu, dengan kecanggihan teknologi masa kini, kita bisa menggunakan fasilitas kirim surat cukup dengan media elektronik, seperti e-mail, facebook, atau sms.

Terkait dengan surat, kita buat surat sesuka hati. Namun, banyak pula yang menginginkan agar surat itu tetap seperti aslinya, khususnya dalam bentuknya yang benar-benar seperti sebuah kertas surat yang biasa kita kirimkan. Salah satu penanda bahwa surat itu memiliki kemiripan dengan aslinya adalah adanya tanda tangan yang kita bubuhkan di akhir surat. Untuk membuat surat semacam tadi ada beberapa trik khusus yang baru saya pelajari kemarin.

Pada awalnya, jika saya menginginkan adanya surat resmi yang bertandatangan, saya buat surat biasa dengan menggunakan program microsoft-office lalu saya print kemudian saya bubuhkan tanda tangan. Setelah itu saya ambil mesin scanner untuk menyecan surat tersebut. Jadilah surat itu seperti yang saya inginkan, yakni sebuah surat resmi yang bertanda tangan.

Kebiasaan saya di atas, ternyata masih membutuhkan sebuah kertas untuk mencetak surat itu. Ini berarti keinginan untuk mengurangi penggunaan kertas masih tidak dapat dihindari. Barulah kemudian saya tahu bagaimana saya bisa menghindari penggunaan mesin printer agar saya bisa turut serta menjaga keseimbangan alam sekitar. Caranya adalah sebagai berikut.

Tahap pertama saya masih perlu membuat satu surat seperti biasa di program microsoft. Saya kemudian membuat tanda tangan terbaik yang bisa saya lakukan di sebuah kertas bekas. Lalu, tanda tangan itu saya scan dalam bentuk gambar (image) dan saya olah dengan program microsoft picture manager. Setelah mendapat satu tanda tangan yang bagus, saya copy tanda tangan itu ke surat saya yang pertama tadi. jadilah surat itu bertanda tangan seperti layaknya surat kertas. Ada satu langkah lagi untuk menjaga keaslian surat itu agar tidak disalahgunakan oleh orang lain, yakni dengan menyimpan data surat itu dalam file PDF langsung dari komputer, tidak harus dicetak dan discan secara manual. setelah disimpan dalam bentuk PDF, jadilah surat elektronik canggih yang aman dan siap dikirimkan melalui attachment email. Mudah bukan?

Skill baru ini saya dapatkan ketika saya berkonsultasi dengan prof Souaiaia yang memberikan arahan kepada saya dalam membuat instrumen penelitian yang dikirim kepada lembaga-lembaga yang dipilih sebagai responden. Saya harus membuat surat resmi berkop Iowa dan bertanda tangan. Akhirnya saya pun bisa membuat surat canggih itu sesuai dengan harapan beliau. Semoga pengalaman ini bermanfaat. Wa Allah a'lam.

Selasa, 18 Mei 2010

MANFAAT BERWUDLU

Wudlu merupakan kegiatan ritual yang wajib dilakukan oleh seorang muslim yang hendak melakukan ibadah, khususnya shalat. Wudlu adalah simbul kesucian sebelum menemui sang Khaliq. Anggota tubuh tertentu mendapat sapuan dan bilasan air yang memberikan kesegaran dan mencerminkan kebersihan lahir batin.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology dari Austria, terungkap bahwa wudlu memiliki efek yang menakjubkan. Dalam proses berwudlu, pusat-pusat syaraf yang paling peka antara lain sebelah dahi, tangan, dan kaki mendapat guyuran air segar. Dalam proses ini, wudlu dapat menghubungkan serta mengaktifkan pusat-pusat syaraf penting sehingga aktifitas tubuh manusia dapat berjalan normal. Oleh sebab itu, Prof Werner merekomendasikan agar kita selalu membiasakan berwudlu, bahkan ia pun tidak segan menyarankan agar aktifitas wudlu menjadi milik seluruh umat manusia seantero jagad raya. Nah, mau nunggu apalagi, ayo lestarikan wudlu kita...

Minggu, 16 Mei 2010

MANFAAT CATATAN

Setiap hari kita akan menghadapi sejumlah aktifitas beragam. Terkadang, kita dapat melalui hari dengan santai karena tidak terlalu banyak rencana yang akan kita kerjakan. Namun, tidak jarang pula kita bingung sebab terlalu banyaknya agenda yang harus kita wujudkan. Nah, untuk menyiasati penuhnya otak agar tidak 'heng', ada baiknya mengikuti tips menarik, yakni menuliskan semua rencana dan unek-unek dalam selembar kertas atau dalam buku agenda. Dengan begitu, otak kita tidak akan kesulitan mengingat setiap detail program yang kita canangkan. Proses mengingatnya juga lebih cepat karena loadingnya tidak terlalu berat. Gimana, setuju, kan?

Rabu, 21 April 2010

RUKUN SUKSES ORGANISASI

Organisasi merupakan kumpulan orang yang bekerja sama untuk meraih satu tujuan. Ada 5 hal yang harus dimiliki oleh organisasi agar mampu bersaing dan sukses menjadi yang terdepan.

1. Intelektual
2. Finansial
3. Sosial/trust
4. Manajerial
5. Network

Jumat, 26 Maret 2010

CHANGE OR DIE?


Kalimat di atas terasa bombastis: berubah atau mati saja. Setiap orang wajib melakukan perubahan untuk menjadikan hidup lebih bermakna. Jika tidak mau berubah, rasanya lebih baik berputih mata (wow!). Meskipun terasa pedas, pilihan di atas nampaknya akan memberikan spirit baru untuk kita bila ingin memperbaiki jalan hidup. Setiap hari kita harus membuat hal-hal baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi mutu kita. Betul?

Legitimasi akan perlunya perubahan setidaknya dapat kita dasarkan pada hadis Rasulullah yang mengatakan bahwa tergolong orang yang beruntung ketika capaian hari ini lebih baik dari hari kemarin. Namun, mereka yang prestasinya sama dengan kemarin dapat digolongkan ke dalam kelompok orang-orang yang merugi. Sedangkan tatkala kualitas amal hari ini ternyata lebih buruk dari hari kemarin, sungguh celakalah orang tersebut. Wah, nampaknya seru juga nih jika membahas tentang semangat perubahan untuk hidup lebih baik!

Ada rumus 3 R untuk membuat perubahan maksimal, yaitu:
1. Relate, artinya membangun relasi. Relasi ini bisa terdiri dari tiga unsur: relasi dengan Tuhan, relasi dengan sesama manusia dan relasi dengan alam. Ketiga aspek ini harus dipenuhi secara seimbang.Membangun relasi baik dengan Tuhan dapat dilakukan dengan pelaksanaan ibadah secara intensif. Aneka bentuk ibadah tentunya sudah diatur dalam ajaran agama. Semakin dekat seseorang dengan sang Pencipta, semakin tinggi pula semangat hidupnya. Ia akan terhindar dari sikap putus asa karena ia yakin bahwa Allah SWT akan menurunkan bantuan-Nya tepat pada waktunya. Hari-harinya akan diisi dengan usaha keras diiringi dengan doa yang ikhlas.

Kemudian, membangun relasi baik dengan sesama manusia bisa dilakukan dalam pelbagai media, bahkan media ibadah pun dapat bernilai sosilogis yang kental tatkala kita ingin menjadikannya sebagai wahana untuk menebar jaringan. Misalnya, dalam praktik shalat berjamaah, seorang muslim tidak hanya sekedar mengejar pahala yang melimpah, namun ia juga dapat menjadikannya sebagai media berkumpul dengan orang-orang shaleh. Kiranya dapat diyakini bahwa para aktifis masjid atau mushalla adalah orang-orang terpilih yang ingin meningkatkan derajat ketaqwaannya. Oleh sebab itu, shalat di masjid akan mendekat diri seseorang dengan pusat orang-orang yang akrab dengan Tuhannya. Selain itu, shalat jamaah di mushalla juga dapat membantu seseorang yang kurang pergaulan untuk mengenal lingkungannya secara lebih lekat. Ketika seseorang sibuk dengan pekerjaannya atau memang sulit bergaul dengan orang lain, jamaah di mushalla akan membuka sekat tersebut. Lebih lanjut, di masjid akan sering ditemukan orang-orang yang memiliki pengetahuan tinggi yang siap berbagi ilmu tanpa pamrih. Mereka senantiasa ikhlas menghidupkan masjid dan mushalla agar dapat berfungsi sebagaimana masjid pada masa Rasulullah SAW. Inilah perlunya membiasakan diri shalat jamaah di masjid untuk membina hubungan baik dengan sesama manusia.

Selanjutnya, relasi juga perlu dibangun untuk menjalin ralasi baik dengan alam sekitar. Bumi kita sudah kian tua dan rusak. Manusia begitu serakah menggunakan segala kekayaan alam yang dikandungnya hanya untuk kepentingan diri mereka sendiri tanpa memikirkan kebutuhan generasi mendatang. Pelbagai musibah yang datang silih berganti seperti gempa, longsor, banjir, kekeringan dan semacamnya adalah akibat dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, kesadaran akan pentingnya relasi baik dengan alam akan mendorong manusia untuk melakukan perubahan agar tetap dapat menikmati hidup dengan sempurna.

2. Repeat, artinya pengulangan tanpa henti untuk meraih prestasi puncak. Rasanya jarang kita temui orang-orang yang kini berhasil tanpa usaha sungguh-sungguh. Mereka saat ini dapat menikmati kajayaannya dikarenakan mereka tidak pernah putus asa dalam mencoba hal-hal baru demi teraihnya prestasi tertinggi. Sebagai contoh, Rasulullah Muhammad berdakwah kepada kaum Quraisy lebih dari 13 tahun tanpa henti meskipun pengikutnya hanya berjumlah puluhan. Semangat berkorban dan terus berjuang mengantarkan beliau sebagai tokoh nomor satu dunia yang tak terbantahkan hingga kini. Merubah pikiran masyarakat tidak semudah mengedipkan mata, perlu waktu lama yang diringi dengan sikap istiqamah. Di sinilah letak signifikansi pengulangan demi teraihnya perubahan positif yang diharapkan.

3. Reform, yakni semangat mencari bentuk baru. Semangat ini harus dimulai dari diri sendiri. Rasanya tidak mungkin kebesaran prestasi datang dengan tiba-tiba. Semua membutuhkan pengorbanan dan kesiapan diri untuk menerima perubahan. Allah telah berfirman bahwa tidak akan berubah nasib suatu bangsa kecuali mereka sendiri menginginkan perubahan itu. Perubahan yang diinginkan harus dirancang dengan matang, dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, dan dievaluasi secara berkala. Dengan begitu, perubahan itu akan dapat diwujudkan dengan sempurna. Wa Allah a'lam.

5 STRATEGI MENANG


Sun Tzu, Jendral Perang Cina yang hidup 400 tahun sebelum Masehi, merumuskan lima langkah meraih kemenangan perang.

Pertama yang disebutnya The Way. Yaitu ideologi dan kebersamaan visi dan misi agar semua prajurit mengikuti perintah atasan-nya dengan baik dan sempurna, tanpa motif yang berbeda-beda, tanpa ada ancaman pihak-pihak yang berkhianat dan menyeberang ke pihak musuh.

Kedua, yang disebutnya The Heaven, yaitu faktor alam dan lingkungan. Bertempur di musim hujan dibanding dengan musim panas jelas akan beda.

Ketiga adalah The Ground, atau medan pertempuran.

Ke-empat adalah The General, yaitu kualitas sang pemimpin atau jendral yang memimpin perang dengan memperlihatkan ke suri tauladan, dengan kredibilitas, pengabdian, keberanian dan disiplin. Semua merupakan tampilan seorang pemimpin yang adil bijaksana.

Kelima adalah The Law, yaitu manajemen perang itu sendiri. Bagaimana mengatur kesejahteraan prajurit dengan logistik dan organisasi yang teratur dan sempurna.

Setiap pihak yang ingin menang mutlak dalam berbagai bidang kehidupan dapat melakukan kalkulasi kelima elemen ini dengan cermat.

Selasa, 02 Februari 2010

TIPS MEMBUAT TULISAN SINGKAT BERKUALITAS

Manusia selalu haus akan informasi. Informasi yang dibutuhkan tentu tidak cukup jika hanya mengandalkan bahasa lisan. Selain waktunya terbatas, bahasa lisan cenderung bersifat habis sekali pakai. Artinya, bahasa lisan hanya sekali disampaikan, sekali didengar, lalu hilang. Berbeda halnya dengan bahasa tulis. Penikmat tulisan tidak harus satu forum dengan sang penulis. Selain itu, kandungan tulisan tidak mesti dipahami dalam satu kali membaca. Masih ada kesempatan untuk merenung dan berdiskusi lebih mendalam tentang isi tulisan. Dengan demikian, sepanjang tulisan itu masih ada, selama itu pula kesempatan untuk membaca dan menghayati isinya tetap tersedia. Oleh sebab itu, ketrampilan menulis menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi pecinta tulisan.

Menulis adalah aktifitas pencurahan pikiran melalui rangkaian kata dan kalimat yang membentuk sebuah paragraf. Paragraf demi paragraf akan saling berkait berkelindan sehingga mampu mewakili isi hati sang penulis. Sebenarnya, tulisan sederhana tapi bagus dapat dihasilkan tanpa harus banyak merenung atau berpikir. Ada beberapa cara yang dapat menjadikan kegiatan menulis sebagai sarana aktualisasi diri yang menyenangkan. Berikut ini ada beberapa kiat untuk membuat tulisan singkat namun berkualitas.

1. Aktifitas menulis dapat diawali dengan munculnya ide sembarang yang melintas di benak kita. Misalnya, tiba-tiba kita melihat tingkah laku anak kita yang lucu, hujan yang terus-menerus sepanjang hari, listrik yang sering padam, penghasilan bulan ini yang naik turun, atau kawan baru yang menjengkelkan. Ide semacam itu bisa kita jadikan sebagai ide utama.

2. Jika kita sudah menemukan topik tulisan, kita bisa mulai dengan menulis kata-kata kuncinya, lalu diikuti dengan beberapa kata pendukung yang menguatkannya. Contoh-contoh simpel dan ringkas dapat pula kita inventarisasi sekalian.

3. Kemudian, tibalah saatnya kita merangkai kata-kata kunci dan pendukungnya dalam bentuk kalimat-kalimat yang utuh. Untuk memudahkan penulisan, ada satu alur cerita yang umumnya dapat memudahkan orang lain memahami tulisan kita dengan cepat. Alur tersebut terdiri dari paragraf pembuka, beberapa paragraf inti, kemudian diakhiri dengan paragraf penutup.

4. Paragraf pembuka biasanya diisi dengan kalimat-kalimat global yang dapat mengantarkan pembaca untuk memasuki topik inti yang akan kita sampaikan. Misalnya, kita ingin menulis tentang pentingnya membaca al-Qur’an. Saat mengawali tulisan, ada baiknya kita sampaikan tentang seluk beluk al-Qur’an, fungsi al-Qur’an dalam kehidupan, baru kemudian masuk pembicaraan tentang pentingnya membaca al-Qur’an. Dalam contoh lain, kita ingin menyampaikan kepada masyarakat tentang peranan ketua takmir dalam meningkatkan semangat keberagamaan masyarakat. Kita tidak langsung menulis peran ketua takmir, tetapi kita giring pembaca tentang pentingnya sebuah tempat ibadah di sebuah komunitas, lalu manfaat penguatan keberagamaan di masyarakat, barulah masuk kepada pembahasan sosok penentu keberhasilan sebuah kegiatan ritual di tempat ibadah, yakni ketua takmir.

5. Pada paragraf selanjutnya--mungkin butuh sekitar 2-4 paragraf--bisa diisi tentang uraian yang mendukung topik utama. Dalam setiap paragraf penjelas ini terkandung satu pokok pikiran yang disebutkan dalam kalimat utama. Kalimat utama ini umumnya diletakkan di awal paragraf lalu dikuti dengan kalimat-kalimat penjelasnya. Adapun kalimat penjelas ini tentu lebih spesifik yang isinya antara lain contoh-contoh yang bisa menguatkan kalimat utama. Misalnya, peranan pertama ketua takmir adalah menjadi teladan dalam kehidupan keluarga. Mengapa demikian? Uraian tentang alasan-alasan pendukung kalimat utama itu di sampaikan dalam kalimat-kalimat pendukung. Kita bisa lengkapi paragraf ini dengan sebuah contoh ketua takmir yang sukses menjadi panutan dalam kehidupan berumahtangga.

6. Setelah uraian panjang tentang paragraf isi, di akhir tulisan, perlu dibuat sebuah paragraf penutup yang fungsinya menegaskan kembali ide utama tulisan. Dengan demikian, pembaca akan mendapatkan kembali maksud yang diinginkan penulis. Ada satu catatan di bagian ini, bahwa penulis harus konsisten saat membuat paragraf penutup. Ketika di awal paragraf ia mengatakan bahwa ia setuju dengan peran stategis ketua takmir, maka di paragraf akhir, penulis harus menyatakan kembali persetujuannya itu dengan redaksi kalimat yang berbeda tapi substansinya sama. Tentu sangat naif jika di awal tulisan, penulis setuju dengan peran penting ketua takmir namun di akhir tulisan ia menyatakan bahwa ketua takmir bukanlah posisi publik yang menentukan keberagamaan masyarakat.

Demikian, tips singkat membuat tulisan sederhana, semoga bermanfaat. Selamat mencoba!

Introduction