Sabtu, 30 Oktober 2010

KIAT HINDARI KECEWA AGAR TIDAK JATUH SAKIT

Manusia mana yang tak pernah kecewa? Jawabnya pasti hampir semua pernah merasakan pahitnya kecewa. Munculnya rasa tidak puas itu karena ada kesenjangan (gap) antara harapan dan kenyataan. Kekecewaan yang sangat mendalam dapat memicu rasa putus asa, rendah diri, dan bisa berakibat fatal. Bagi mereka yang tak biasa hidup tertekan, pilihan-pilihan "nekad" bisa jadi alternatif menyengsarakan. Tetapi, bagi sebagian orang yang paham arti hidup, pakem hidup, dan dinamika kehidupan, ia tak akan menyerah dengan lunglai. Justru sebaliknya, tantangan yang menyakitkan hati akan dihadapi dengan senyuman dan pikiran dingin. Toh, ada Tuhan yang paling kuasa mengatur kehidupannya. Itulah enaknya kalau kita yakin bahwa Allah SWT sebagai Tuhan seru sekalian alam.


Tapi, apakah semudah itu menerapkan teori di atas? Kalau tingkat kecewanya sederhana, barangkali mudah saja bagi kita untuk segera melupakannya. Namun, bila kekecewaan itu sangat berat atau bahkan terlampau berat, apakah dengan pasrah saja sudah cukup? Banyak bukti menunjukkan bahwa aneka hiburan untuk meredam rasa kecewa itu tidak serta-merta menurunkan derajat kecewa. Banyak kasus kekecewaan atas kekalahan atau hancurnya harapan berakibat pada sakit badan hingga sakit jiwa. Ambil contoh, salah satu calon lurah jatuh pingsan ketika diumumkan bahwa dirinya kalah dalam pemilihan kepala desa. Padahal, di atas kertas, dirinya dengan mudah akan menang. Berjuta-juta dana yang sumbernya dari pinjaman telah dihamburkan demi kemenangannya. Kini, saat dirinya jatuh tersungkur penuh rasa malu dan takut, ia kehilangan kesadaran. Orang-orang di sekilingnya hanya memandangnya iba tanpa bisa membantu. Jika sang calon yang gagal ini tidak kuat pertahanan iman dan mentalnya, ia bisa menembak kepalanya atau jadi hilang ingatan. Dari kisah ini, kita dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa bercita-cita tinggi hingga menembus ujung langit hendaknya dibarengi dengan ikhtiyar batin yang kokoh serta perhitungan yang masak sehingga ketika harapan yang demikian melambung itu tak tercapai dapat diatasi dengan landai tanpa depresi yang berlebihan.

Lalu bagaimana langkah nyata untuk menangkal stress berat akibat kecewa? Ada beberapa tips yang bisa kita aplikasikan dalam hidup kita.
1. Pasang target yang realistik. Kalimat ini sering kita dengar tapi dalam kenyataannya, tingkat realistik itu sulit untuk diukur. Bagi seseorang, target realistik adalah ketika dirinya menjadi gubernur. Tapi bagi sebagian yang lain terget realistik adalah cukup menjadi modin. Di sini perlu kearifan pribadi setelah mendengar beberapa saran dari orang yang kenal dekat dengan kepribadian kita. Dari target ini, juga harus diimbangi dengan beberapa langkah strategis jika target itu meleset. Ini merupakan bagian dari langkah "planning" dalam istilah manajemen. Tahap-tahap antisipasi sangat bermanfaat ketika harapan itu ternyata hanya isapan jempol belaka.
2. Pilih konsultan terpercaya. Konsultan di sini tidak mesti bergelar sarjana atau punya ijin praktik. Dalam sekala kecil, pasangan hidup (istri/suami) bisa menjadi konsultan yang baik. Anggota keluarga yang senior juga bisa menjadi tempat mengadu di saat dirundung masalah. Pendek kata, konsultan adalah orang yang selalu memberikan dukungan moral untuk keberhasilan kita. Ketika nanti langkah kita tidak mulus, ia akan datang dengan segala nasehat yang menyejukkan sehingga kita dapat terhindar dari tindakan di luar kontrol akal sehat.
3. Memasang niat yang benar. Ini sebenarnya bisa jadi langkah pertama. Tetapi, kadang niat itu baru diketahui ketika masalah sedang menghadang. Bagi orang yang salah niat, misalnya hanya ingin berkuasa, ingin dipuji, atau bahkan ingin mengeruk keuntungan, tatkala ia dirundung masalah, ia akan mudah kecewa dan down. Mimpi-mimpinya untuk dielu-elukan kini hancur karena malah dapat cercaan. Di sinilah pentingnya niat. Tujuannya untuk studi tinggi, sebagai misal, adalah untuk mencerahkan pikiran diri, keluarga, dan masyarakat sekitarnya. Tatkala ternyata ia tidak dapat pekerjaan yang layak lalu orang mencibirnya gara-gara telah menguras harta kekayaan orang tuanya, sepatutnya kita tidak langsung drop dan meratapi nasib yang kurang beruntung. Kita memang bukan pencipta nasib dan bahkan kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Oleh sebab itu, niat studi yang benar akan memudahkan kita menenangkan diri di saat kenyataan tidak seperti yang kita bayangkan. Menuntut ilmu adalah ibadah dan bila ternyata tidak berefek pada penghasilan dan status sosial, setidaknya kita masih dapat menjadikan ilmu sebagai pelita bagi diri sendiri dan keluarga. Ilmu tidak akan pernah sia-sia bila kita mau menjaganya.


4. Terakhir, mohon ampunan dan mendekatkan diri pada Tuhan. Tuhan ibarat pohon besar nan rindang, gunung kokoh yang menjulang, atau rumah nyaman yang penuh damai. Kepada-Nya kita mengadu, mengeluh, berteduh, memohon, dan menyandarkan diri. Apa gunanya kita bercongkak ria bila akhirnya berujung pada duka nestapa. Apalah artinya harta kekayaan melimpah, jabatan tinggi, popularitas tak tertandingi, bila terrnyata kemudian batin kita perih dan merintih. Hati nurani tak pernah bisa dibohongi oleh siapapun termasuk si empunya hati. Oleh karena itu, kita harus berani membuka diri, melepas topeng tebal kita untuk benar-benar merendahkan hati di hadapan sang pencipta. Dari-Nyalah ketenangan hidup dan dari-Nya pula jawaban segala pesoalan yang menghimpit kita. Sudah banyak kisah teladan yang mengukuhkan bahwa obat jiwa yang paling manjur adalah ketika kita merasa dekat dengan sang Pencipta.

Semoga tips ini bermanfaat dan menyehatkan, baik bagi penulisnya yang juga sering gundah maupun bagi penikmat uraian singkat ini di bagian bumi manapun keberadaannya. Amin.

Rabu, 27 Oktober 2010

CARA MENGUBAH BLOGSPOT.COM MENJADI CO.CC

Bagi pecinta blogger, mungkin informasi ini bisa bermanfaat. Biasanya, ketika kita ingin memiliki blog pribadi, pilihan populernya adalah kita mendaftar di blogger.com. Kita tentunya harus mempunyai alamat email terlebih dahulu. Setelah berhasil membuat blog sendiri dengan segala variasinya, terkadang terbetik dalam hati untuk memperpendek alamat blog kita agar tidak selalu berakhiran blogspot.com. Nah, ternyata kita bisa membuat akhiran tersebut menjadi lebih pendek, seperti pengalaman saya berikut ini.

Sudah hampir dua tahun saya mengelola blog pribadi dengan alamat sudirmansetiono.blogspot.com. Para pengunjungnya pun cukup lumayan setiap harinya. Rata-rata mereka mengakses blog saya melalui google saat mencari artikel yang sesuai dengan minat pembaca. Belakangan ini, saya berpikir untuk memodifikasi alamat blog saya agar lebih pendek. Pilihan saya jatuh pada co.cc. Dulu saya pernah mencoba menggunakan alamat tersebut tetapi belum berhasil. Nah, saat ini, ketika saya coba ulangi lagi, ternyata impian saya bisa terwujud dengan alamat sudirmanhasan.co.cc.

Langkah-langkah pendek yang harus kita lakukan  adalah sebagai berikut:
1. Buka website http://www.co.cc/ ( di sana tertera bahwa untuk kepentingan pribadi, tidak dikenakan biasa alias free)
2. Ada pernyataan "get free domain with DNS service" lalu di bawahnya ada http://www............co.cc/
Pada bagian ini kita tulis alamat domain yang kita sukai. Untuk kasus saya, saya tulis sudirmanhasan.co.cc
3. Klik tombol di belakangnya "check availability", maksudnya alamat yang kita tulis akan dikomfirmasikan apakah pernah dipakai atau belum. Ketika dinyatakan http://www.sudirmanhasan.co.cc/ is available berarti alamat kita bisa diterima. Dengan begitu kita bisa lanjut ke langkah selanjutnya, yakni registrasi. Proses ini dimulai dari mengklik tombol "continue to registration"
4. Nah, ketika tombol sudah diklik, layar yang muncul adalah "Sign in to Co.cc with your  CO.cc  Account " Di sini, jangan langsung isi form terus "sign in" karena kita belum terdaftar (di sini dulu kesalahan saya), tapi lihat di bawahnya, ada tombol yang berbunyi "create a new account". Tombol ini  berfungsi mengarahkan kita untuk mengisi formulir pendaftaran.
5. Jika kita sudah sampai pada pengisian formulir yang judulnya "user name/enter a password" berarti kita sudah berada di jalan yang benar. Kita isi kotak-kotak kosong itu dengan info yang dibutuhkan, seperti nama, alamat email, dan passwordnya. Di bawahnya lagi ada formulir tentang organisasi, alamat lengkap, telepon, negara dan lain-lain. Kita isi aja dengan sesuka hati.
6. Terakhir jangan lupa klik kotak kecil "I accept the term"
7. Lalu langsung pencet "create account now"
8. Jadi deh.
9. Kita langsung diajak masuk menu sign in. Nah, karena kita tadi sudah punya user (email) dan password, kita masukkan saja di kotak itu, plus kata sandinya,  lalu klik "sign in."
10. Nah, langsung ada ucapan selamat, "Your new domain has been successfully registered."
11. Tinggal satu langkah lagi, yakni klik "set up" di bagian bawah. Kalau tidak, pendaftaran kita akan dianggap hangus dalam waktu 48 jam.
12. Setelah kita klik set up, kita akan dibawa ke layar yang menunjukkan alamat co.cc kita, kita klik lagi "set up" di sebelah kanannya.
13. Nah, di sini, cukup lihat nomor 3 saja, yang bunyinya "URL Forwarding" artinya alamat co.cc kita akan diarahkan ke alamat blogspot.com kita. Klik saja kalimat di bawah nomor 3  itu yang bunyinya "You.co.cc will redirect to your own website" kita langsung diarahkan untuk menulis alamat blog kita yang asli. Untuk kasus saya, saya tulis sudirmansetiono.blogspot.com. Lalu "title page"nya saya isi Islamic Philantropy yang menjadi judul blog saya.
14. Klik tombol "set up" dan sudah deh, berhasil......Untuk mengujinya, silakan buka alamat blog berakhiran co.cc kita di layar baru. Insya Allah sukses....langsung muncul blog kita...

Gimana, agak rumit kah? Tapi kalau kita langsung berhadapan dengan komputer, mudah banget kok, karena sudah saya paparkan instruksinya satu demi satu dan saya praktikkan langsung berbarengan dengan menulis langkah-langkahnya. Semoga tidak tersesat ya....Selamat mencoba....

Selasa, 26 Oktober 2010

GANTI ALAMAT BLOG MULAI 1 NOVEMBER

Kawan-Kawan Tercinta,

Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang berkenan mengunjungi blog saya.

Kedua, saya ingin menyampaikan bahwa mulai tanggal 1 November 2010, alamat blog saya berubah
dari
sudirmansetiono.blogspot.com
 menjadi
sudirmanhasan.blogspot.com.

 atau lebih pendeknya
sudirmanhasan.co.cc (alamat blog co.cc ini sudah bisa digunakan mulai sekarang)

Perubahan ini semata-mata dibuat demi kenyamanan kawan-kawan pengunjung yang menginginkan konsistensi nama "Sudirman Hasan" dalam setiap aktifitas saya.


Demikian pemberitahuan ini, atas ketidaknyamanan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Terima kasih.

Wassalam.

Sudirman Hasan

Kamis, 21 Oktober 2010

CARA BERKUNJUNG KE ISTANA OBAMA

Minggu lalu saya berada di kota Alexandria, Virginia untuk melakukan penelitian lapangan di Pusat Islamic Relief Amerika. Kota ini sangat dekat dengan Washington DC. Bahkan, untuk menuju kota Alexandria, saya harus melalui bandara Washington DC-Reagan, bukan bandara Virginia. Ini menunjukkan bahwa kota ini berada di perbatasan propinsi Virginia, kota Washington DC, dan propinsi Maryland. Menariknya, Washington DC (Dictrict of Colombia) bukanlah state (propinsi) melainkan hanya kota berfungsi sebagai ibukota negara. Beda halnya dengan Indonesia yang beribukota Jakarta di propinsi DKI Jakarta.

Bersama Mister Gidion dari Ohio, saya berkesempatan berputar-putar keliling kota Washington DC. Kota ini memiliki sarana transportasi yang lengkap, cepat, dan murah. Kendaraan umum berupa bis dan kereta sangat menyenangkan. Dari rumah, saya naik bus Dash menuju stasiun kereta Trailway di jalan King Street. Dari situ, saya naik kereta Trailway menuju stasiun Federal Triangle dengan jarak tempuh sekitar 20 menit. Stasiun ini berada di bawah gedung Federal. Sedikit cerita, bahwa umumnya kereta api Amerika berada di bawah tanah sehingga tidak terhambat oleh lalu lintas kendaraan lain. Oleh sebab itu, perjalanannya lancar dan tepat waktu.

Rabu, 20 Oktober 2010

PENELITIAN HAMPIR USAI

Alhamdulillah, penelitian di Islamic Relief hampir selesai. Meskipun belum maksimal, tetapi setidaknya belajar langsung kepada lembaga non-profit Islam terbesar di Amerika setidaknya dapat memberikan pencerahan tentang bagaimana mengelola lembaga dana sosial umat secara profesional. Kemarin, saya dapat langsung bertemu para petinggi Islamic Relief sehingga informasi terbaru lembaga ini dapat diperoleh.

Hari Minggu lusa, saya akan kembali ke Iowa. Saya harus segera membuat laporan penelitian semaksimal mungkin sebelum pulang ke tanah air.

Introduction